• Wed. Feb 28th, 2024

Rencana Strategis di Balik Aplikasi GoPay

JAKARTA, investor.id – Peluncuran aplikasi GoPay pekan lalu ternyata menyimpan sejumlah rencana strategis. Tak sekadar alat transaksi, aplikasi ini bakal menawarkan beberapa layanan lain.

Rencana strategis yang dimaksud adalah percepatan laju bisnis pembiayaan. Basis data pengguna ekosistem GoTo saat ini ditambah pengguna baru aplikasi GoPay bisa semakin memperluas kapabilitas perusahaan menjangkau pengguna.

Baca Juga: Luncurkan Aplikasi GoPay, GOTO Ikut Ramaikan Keuangan Digital

Managing Director GoPay dan Kepala Divisi Kepatuhan GoTo Financial Budi Gandasoebrata menyampaikan, total ada sebanyak 67 juta pengguna dalam ekosistem GoTo. Jumlah itu masih terbatas jika dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang sudah lebih dari 270 juta jiwa.

“Artinya, ada potensi untuk mengisi gap di situ. Kita bisa memperluas pengguna GoPay di luar 67 juta pengguna GoJek dan Tokopedia,” ungkap Budi saat ditemui, di Jakarta, pekan lalu.

GoPay melalui aplikasi terpisah dari Gojek dan Tokopedia punya misi menyasar wilayah tier 2 dan 3. Karena alasan itu pula aplikasi diramu dengan ukuran ringan dan tampilan yang ringkas, menyesuaikan karakteristik pengguna di wilayah tersebut.

Di saat hampir bersamaan, GoTo juga tengah melakukan konsolidasi strategis pada entitas penyalur pembiayaan. Dua entitas yang dimaksud adalah PT Multifinance Anak Bangsa (MAB) yang merupakan perusahaan pembiayaan dan PT Mapan Global Reksa (Findaya) sebagai penyelenggara fintech p2p lending.

Kedua entitas tersebut adalah cucu usaha GoTo melalui kepemilikan tidak langsung via PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB). Lewat DKAB itu juga GoTo menggenggam kepemilikan GoPay yang berdiri di atas payung PT Dompet Anak Bangsa.

Di medio Juni 2023 misalnya, penyedia layanan gopaylater diumumkan pindah dari Findaya ke MAB. Dalam hal ini, Budi menjelaskan bahwa perpindahan pengelolaan itu adalah upaya memenuhi aspek kepatuhan (comply) kepada pihak regulator. Tapi, GoTo Financial juga mengakui adanya implementasi rencana bisnis atas aksi tersebut.

“Kalau kita lihat, layanan PayLeter itu banyak masuk ke ranah multifinance. Jadi, memang kita sesuaikan juga dengan kepatuhan tersebut. Jadi ada strategi bisnis, tapi juga tentu ada aspek kepatuhan,” beber Budi.

Dia menerangkan, layanan gopaylater oleh MAB ini akan masuk menjadi salah satu fitur di aplikasi GoPay dan disusul layanan pembiayaan lain di masa mendatang. “Memang dari sisi kita harapannya dari produk atau layanan seperti gopaylater, (ditambah) kerja sama dengan institusi keuangan lainnya, ini bisa menjadi alat inklusi keuangan dan literasi keuangan,” imbuh Budi.

Baca juga: Daftar Belanja Saham ketika IHSG Balik Arah ke Zona Bullish

Jika ditilik lebih lanjut, perpindahan pengelolaan gopaylater dari MAB sebagai entitas perusahaan pembiayaan bukan tanpa alasan. Pertama, perusahaan pembiayaan atau multifinance akan mendapat akses langsung ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, sehingga seleksi risiko pun akan lebih terukur.

Findaya, yang merupakan perusahaan fintech p2p lending belum memiliki kapabilitas ini. Berdasarkan penuturan sumber Investor Daily, fintech p2p lending memang sudah diperbolehkan mengakses SLIK sesuai regulasi yang berlaku, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum membuka akses itu. Faktor teknis antara regulator dan penyelenggara jadi persoalan.

Selain itu, Findaya kini berpotensi lebih selektif dalam penyaluran mengingat kualitas pinjaman yang terlanjur ringsek. Mengacu laman Findaya, tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) tercatat di level 89,47%. Dengan kata lain, pinjaman macet Findaya tembus 10,53%. Berpindahnya layanan gopaylater ke MAB bisa mendukung penyelesaian persoalan ini.

Padahal, Findaya sendiri punya basis pengguna yang lumayan besar. Jumlah peminjam (borrowers) aktif sampai dengan Juni 2023 tercatat lebih dari 997 ribu. Outstanding pinjaman sudah mencapai Rp 420,56 miliar, dengan akumulasi pinjaman sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 2,76 triliun, yang disokong hanya empat pemberi pinjaman (lenders). Selain sempat menggarap gopaylater, Findaya punya produk lain yaitu gopay pinjam dan gomodal.

Editor: Kunradus Aliandu
([email protected])

Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram “Official Investor.ID”. Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

link

By admin