• Mon. May 20th, 2024

Pentingnya Pengelolaan Keuangan Digital untuk Wujudkan UMKM yang Hebat – Solopos.com

SOLOPOS.COM –
Para pembicara di Webinar Literasi Finansial Sesi 2 Reach for Great Entrepreneurship Through Digital Financial Management: Wujudkan UMKM yang Hebat melalui Pengelolaan Keuangan Digital. Acara tersebut digelar melalui kolaborasi Solopos Media Group (SMG) bersama Great Eastern Life Indonesia.(Tangkapan Layar)

Solopos.com, SOLO — Era digital saat ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Di luar kemudahan yang ditawarkan dengan majunya perkembangan teknologi juga memunculkan persoalan yang harus disikapi, seperti pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan digital, pemasaran digital, hingga masalah persaingan yang semakin luas.

Promosi
Mudah! Ini Solusi Dampak Negatif Gadget bagi Anak

Financial Planner, Rista Zwestika S.Sos. CFP., menjelaskan pengelolaan keuangan secara digital masih menjadi tantangan pelaku bisnis UMKM di Indonesia. Sedangkan potensi digital market saat ini sudah semakin tinggi—di mana pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta atau 73,3% dari total populasi.

Kemudian pengguna media sosial ada 191,4 juta pengguna atau 68,9% dari total populasi. Dari sisi digital payment juga semakin banyak. Nilai transaksi pada 2021 mencapai Rp35,09 triliun. Sedangkan pada 2022 mencapai Rp39,21 triliun.

“Artinya ini adalah peluang untuk kita melakukan pemasaran produk secara digital. Kita tidak bisa kalau kita tidak beradaptasi. Bukan pengusaha yang banyak modalnya yang bia bertahan. Faktanya, yang bisa bertahan dari pandemi kemarin adalah yang mulai bisa beradaptasi,” ungkap Rista dalam Webinar Literasi Finansial Sesi 2 Reach for Great Entrepreneurship Through Digital Financial Management: Wujudkan UMKM yang Hebat melalui Pengelolaan Keuangan Digital. Acara tersebut digelar melalui kolaborasi Solopos Media Group (SMG) bersama Great Eastern Life Indonesia.

Rista menyebutkan, pengelolaan keuangan secara digital merupakan pendekatan untuk mengelola keuangan bisnis dengan menggunakan teknologi digital dan alat-alat digital. Tujuannya adalah untuk membantu perusahaan mengoptimalkan proses keuangan. Contoh pengelolaan keuangan secara digital misalnya pembayaran menggunakan E-wallet, E-Money, Mobile Banking Transfer. Kemudian pencatatan pemasukan bisnis, pengeluaran bisnis, aset bisnis, dan utang bisnis dengan Microsoft Excel, Spreadsheet, atau aplikasi pencatatan.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan di era digital adalah sebagai berikut:

1. Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi.
2. Membuat anggaran bisnis. Seperti menentukan tujuan bisnis, identifikasi sumber pendapatan dan menghitung biaya yang diperlukan dengan realistis.
3. Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran.
4. Evaluasi anggaran dan strategi keuangan.

Mengelola keuangan digital bagi pelaku UMKM dinilai penting sebab dapat mendukung beberapa hal berikut:

1. Meningkatkan efisiensi operasional.

Menggunakan perangkat lunak atau aplikasi keuangan digital memungkinkan UMKM untuk mengotomatiskan sebagian besar tugas-tugas keuangannya, seperti pencatatan transaksi, pemantauan stok, dan pembuatan laporan.

2. Meminimalkan risiko akurasi dan ketepatan.

Perangkat lunak keuangan digital memiliki kemampuan untuk menghitung secara otomatis, mengurangi risiko kesalahan manusia dalam perhitungan, pencatatan, dan pelaporan keuangan.

3. Meminimalkan risiko akurasi dan ketepatan.

Hal ini memungkinkan pebisnis untuk dengan cepat mengetahui kinerja bisnisnya, memantau arus kas, dan mengidentifikasi masalah atau peluang dengan lebih baik.

4. Memudahkan dalam pengambilan keputusan.

Data keuangan yang akurat dan real-time membantu pemilik UMKM untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Harus Beradaptasi

Pada acara yang sama, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina, menyampaikan terkait literasi keuangan digital, saat ini mau tidak mau para pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan dunia digital.

“Bukan hanya mengenai pemasarannya, tapi termasuk masalah keuangannya,” kata dia.

Menurutnya saat ini masih ada beberapa hal yang menjadi tantangan UMKM, khususnya di era digital saat ini. Dengan masuk di dunia digital, tentu persaingan usaha akan lebih ketat –di mana kompetitor juga akan lebih banyak. Pesaing bukan hanya pesaing lokal, sebab sangat memungkinkan produk yang dipasarkan akan bersaing secara internasional.

“Dengan persaingan kuat itu tentunya harus diikuti kemampuan para UMKM. Itulah pentingnya pengetahuan dan literasi digital,” kata dia.

Sementara itu praktisi UMKM dan Founder Creative Space, Joko Purwono, menyampaikan salah satu hal yang perlu diterapkan pelaku UMKM guna mengikuti perkembangan zaman ialah mempelajari keuangan digital atau bisa disebut dengan digital financial literacy (DFL).

Dia menyebut saat ini telah banyak tersedia jasa keuangan. Menurutnya hal itu menjadi salah satu kelebihan penerapan keuangan digital. Pelaku usaha bisa memilih layanan digital yang akan digunakan, yang sesuai kebutuhannya. Kelebihan lain dari penerapan keuangan digital adalah menghemat biaya operasional, mempermudah transaksi keuangan serta bisa melakukan berbagai aktivitas layanan keuangan dengan lebih cepat.

Webinar Literasi Finansial, Reach for Great Entreprenuership Through Digital Financial Management: Wujudkan UMKM yang Hebat melalui Pengelolaan Keuangan Digital, digelar dengan tujuan memberikan literasi kepada masyarakat mengenai keuangan digital.

Director of Bancassurance Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Great Eastern Life Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan di bulan inklusi keuangan yang jatuh pada Oktober ini.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Great Eastern Life Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia agar semakin hebat dalam mengelola keuangan, baik untuk pribadi, keluarga maupun keuangan usaha,” kata dia.

Penyelenggaraan acara tersebut diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam mencapai angka literasi keuangan sebesar 90% di tahun 2024.

“Hal ini juga selaras dengan semangat Reach for Great yang selalu kami bawa di setiap kegiatan. Bagi kami semangat Reach for Great salah satunya adalah dengan memiliki kondisi finansial yang baik melalui perencanaan keuangan yang hebat. Untuk bisa memiliki kondisi finansial yang baik tentunya kita harus punya pemahaman atau literasi yang juga baik,” lanjut Nina Ong.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di WhatsApp Komunitas dengan klik Solopos News Update dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.

link

By admin