• Mon. May 20th, 2024

Memperkenalkan Amartha: Perusahaan Fintech di Indonesia

JATIMTIMES – Kemajuan teknologi yang semakin canggih juga diiringi dengan munculnya perusahaan-perusahaan digital atau startup. Salah satu perusahaan digital yang sedang naik daun adalah financial technology (fintech). Singkatnya, perusahaan fintech adalah perusahaan yang melakukan inovasi di bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern. 

Perlu diketahui jika fintech adalah salah satu alternatif berinvestasi yang menghadirkan banyak pilihan buat Anda yang mempunyai keinginan untuk mengakses layanan jasa keuangan secara efisien, praktis, ekonomis dan juga nyaman. Informasi mengenai fintech dan jenis-jenis fintech bisa disimak dalam pembahasan berikut ini. 

Baca Juga :
Giatkan Produk Lokal, Pj Bupati Jombang Ajak Warga Nikmati Kopi Wonosalam

Apa Itu Fintech?

Fintech merupakan singkatan dari financial technology yang berarti teknologi keuangan. Fintech juga bisa diartikan sebagai inovasi teknologi yang dikembangakn dalam bidang finansial sehingga transaksi keuangan dapat dilakukan dengan praktis, efisien, mudah, efektif dan juga nyaman. 

Di Indonesia sendiri sudah ada banyak perusahaan fintech yang bisa Anda pilih. Keberadaan fintech ini juga memberikan banyak manfaat, antara lain sebagai berikut:

1. Membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah

2. Akses pendanaan menjadi lebih baik

3. Bisa mendukung inklusi keuangan

4. Membuat taraf hidup masyarakat meningkat

5. Bisa mempercepat perputaran ekonomi

Jenis-jenis Fintech

Berikut ini adalah jenis-jenis fintech yang harus Anda ketahui:

1. Peer to Peer Lending

Yang pertama ada peer to peer (p2p) landing. P2P lending adalah jasa keuangan yang menyediakan pinjaman dana untuk memenuhi kebutuhan ataupun untuk modal usaha. Keberadaan P2P lending ini bisa membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan modal usaha dengan cepat secara online. 

Perusahaan P2P lending di Indonesia sudah cukup banyak. Namun, tidak semuanya sudah terdaftar di OJK. Supaya aman disarankan untuk waspada dengan fintech illegal seperti pinjaman online tidak resmi dan harus memilih yang sudah legal. 

2. Crowdfunding

Crowdfunding merupakan salah satu produk fintech sebagai platform yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dan juga pihak donatur dengan jaminan transaksi secara mudah dan aman.

Baca Juga :
Nasabah Koperasi Simpan Pinjam BUS Resah, Kesulitan Cairkan Tabungan 

Crowdfunding bisa dimanfaatkan untuk pengumpulan donasi. Selain itu, keberadaannya juga bisa diterapkan dalam mengembangkan usaha untuk menemukan investor dan pelaku usaha. 

3. Micro Finance

Jenis fintech selanjutnya adalah micro finance. Micro finance merupakan layanan perusahaan financial technology (fintech) yang dapat membantu masyarakat yang berada di kelas menengah ke bawah untuk menunjang kehidupan serta keuangannya melalui penyediaan layanan finansial. Keberadaan fintech ini sudah sangat membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik lagi. 

4. E-Wallet

E-wallet atau dompet digital adalah salah satu produk fintech yang berperan untuk menyediakan tempat menyimpan uang secara elektronik bagi para penggunanya. Tujuan dihadirkannya E-Wallet adalah untuk mempermudah penggunaannya dalam melakukan pencairan dana yang akan digunakan untuk melakukan transaksi di aplikasi-aplikasi lainnya. Aplikasi tersebut seperti marketplace dan sebagainya. 

5. Payment Gateway

Selanjutnya ada payment gateway. Payment gateway ini adalah sistem financial technology yang melakukan otorisasi pembayaran melalui transaksi online. Contoh dari jenis fintech ini adalah paypal.

Contoh Fintech di Indonesia

Contoh fintech yang ada di Indonesia sangatlah banyak. Salah satu diantaranya adalah Amartha. Amarta merupakan perusahaan fintech yang keberadaannya sudah dirasakan oleh masyarakat. Keberadaan Amartha sendiri sudah bisa membantu meningkatkan perekonomian para pelaku usaha mikro melalui pendanaan kolektif dari para leader.

Hal ini sesuai dengan misi Amartha yang ingin mewujudkan kesejahteraan bersama melalui pembangunan infrastruktur keuangan digital bagi ekonomi akar rumput. Jika Anda ingin terlibat untuk mensejahterakan masyarakat, direkomendasikan untuk bergabung dengan Amartha.

Anda bisa bergabung di Amartha menjadi pendana. Bergabung menjadi pendana memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income setiap minggunya. Apakah Anda tertarik? Untuk menjadi pendana, Anda bisa memulainya dengan modal mulai dari Rp100.000 saja.

Dengan modal mulai Rp100.000, Anda berpeluang untuk mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya. Jika Anda tertarik, segera bergabung dengan Amartha sekarang juga. 

Nah itulah informasi tentang jenis-jenis fintech dan contoh perusahaan fintech di Indonesia. Diharapkan informasi diatas bisa membantu Anda untuk lebih mengenal fintech lebih dalam. 

link

By admin