• Wed. Feb 21st, 2024

Bank Jago Konsisten Perluas Ekosistem & Diversifikasi Risiko

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Jago sebagai salah satu bank digital terdepan di tanah air menyadari adanya keharusan untuk terus beradaptasi di tengah pesatnya transformasi digital. Untuk itu, Bank Jago terus memperluas ekosistem & diversifikasi risiko demi meningkatkan akses keuangan kepada masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan Bank Jago lewat kerja sama dengan 38 partner hingga September 2022, sehingga memiliki banyak produk serta layanan beragam. Jumlah tersebut naik dibandingkan posisi akhir Desember 2021 yang hanya tercatat sebanyak 21 partner.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra G. Siregar mengatakan, pihaknya menyadari bahwa untuk bisa memberikan life centric financial solutions kepada masyarakat, perlu adanya perluasan ekosistem dan diversifikasi yang tidak hanya tertanam di satu ekosistem.

Dia pun membeberkan hal tersebut telah dilakukan sejak aplikasi Jago diluncurkan pada April 2021, dimana pada tahap awal integrasi Jago dengan aplikasi marketplace reksa dana Bibit dilakukan dalam bentuk account linkage. Saat ini, Jago dan Bibit menawarkan fitur pencairan instan untuk penjualan produk reksa dana tertentu.

Fitur yang mirip juga diciptakan untuk kalangan wirausaha merchant GoFood. Kolaborasi Jago dengan Gobiz saat ini memungkinkan pencairan dana di hari yang sama. Sebelumnya, pencairan dana bisa berlangsung 2-4 hari. Manfaat dari fitur-fitur tersebut menurut Kharim adalah bentuk nilai tambah dari kolaborasi di dalam ekosistem.

“Bank Jago akan terus membuka peluang kolaborasi dengan digital player lain, yang tentunya memiliki visi dan target pasar yang saling melengkapi,” ujar Kharim dalam keterangan tertulis, Kamis (19/1/2023).

Sementara itu, Direktur Partnership Lending Bank Jago, Sonny Christian Joseph menambahkan kolaborasi dengan perusahaan multifinance, P2P lending, dan startup merupakan strategi yang relevan bagi bank berbasis teknologi.

Hal itu karena portofolio pinjaman Bank Jago saat ini cukup berimbang dan tidak terkonsentrasi di satu partner ataupun jenis pinjaman.

“Kami sangat selektif memilih partner agar portofolio pinjaman balance. Jadi ada pinjaman produktif dan pinjaman konsumtif. Bisnisnya mitra Bank Jago sangat beragam, mulai dari otomotif, elektronik, dan lain-lain,” tuturnya.

Adapun usaha dan berbagai inisiatif dalam perluasan ekosistem telah membuahkan hasil. Seperti penambahan nasabah baru dari ekosistem GOTO menjadi 30%. Proporsi tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai kisaran 5%.

Secara total hingga September 2022 nasabah Bank Jago telah mencapai 4,2 juta. Angka itu naik dari posisi akhir Desember 2021 sebanyak 1,4 juta.

Disisi lain, hal yang juga cukup menggembirakan dari adanya kolaborasi adalah melonjaknya rasio dana murah Bank Jago lebih dari 50%.

Di akhir 2021, rasio current account saving account (CASA) tercatat 39% sedangkan di akhir September 2022 telah menyentuh angka 71%. Tak heran, Bank Jago kini telah berhasil menjadi salah satu bank digital yang sukses bertumbuh di tanah air.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi menilai Bank Jago saat ini memiliki ekosistem yang beragam, terutama dari jenis layanan yang ditawarkan. Apa yang sudah dilakukan Bank Jago tidak hanya tertanam di dalam ekosistem GOTO, namun juga di ekosistem lain seperti Stockbit dan Bibit.

“Apalagi pemegang saham pengendali Jago (Jerry Ng) juga ikut mengendalikan BFI Finance (BFIN). Ini akan menjadi pintu masuk Jago ke pembiayaan otomotif dan konsumen,” kata Tirta.

Sebagaimana diketahui, GOTO adalah salah satu ekosistem terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan bulanan 100 juta dan total merchant lebih dari 14 juta.

Ekosistem GOTO saat ini merupakan yang paling lengkap, terdiri dari e-commerce (Tokopedia), on-demand services (Gojek), dan jasa keuangan (GoTo Financial). Sedangkan, Stockbit dan Bibit adalah aplikasi wealthtech papan atas di Indonesia.

Di platform Android, Stockbit telah diunduh lebih dari satu juta sedangkan jumlah pendownload Bibit mencapai lebih dari lima juta.

Dalam laporan riset initial coverage terhadap saham Bank Jago 18 April 2022 lalu, Tirta menulis Bank Jago punya peluang besar dalam memanfaatkan ekosistem GOTO berupa penghimpunan dana murah, penyaluran pinjaman, dan pendapatan komisi atas transaksi.

Integrasi dengan ekosistem tersebut menjadi salah satu pertimbangan MNC Sekuritas dalam menyematkan rekomendasi BUY untuk saham berkode ARTO.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bank Jago (ARTO) Targetkan 6 Juta Nasabah di Akhir Tahun

(dpu/dpu)


link

By admin